Senin, 11 Maret 2013

peralatan


Peralatan dalam pertandingan karate
Peralatan yang diperlukan dalam pertandingan karate
  1. Pakaian karate (karategi) untuk kontestan
  2. Pelindung tangan
  3. Pelindung tulang kering
  4. Ikat pinggang (Obi) untuk kedua kontestan berwarna merah/aka dan biru/ao
  5. Alat-alat lain yang diperbolehkan tapi bukan menjadi keharusan adalah:
    • Pelindung gusi (di beberapa pertandingan menjadi keharusan)
    • Pelindung tubuh untuk kontestan putri
    • Pelindung selangkangan untuk kontestan putera
  6. Peluit untuk arbitrator/alat tulis
  7. Seragam wasit/juri
    • Baju putih
    • Celana abu-abu
    • Dasi merah
    • Sepatu karet hitam tanpa sol
  8. Papan nilai/n scoring board
  9. Administrasi pertandingan
  10. bendera merah & biru untuk juri
  11. Peluit untuk wasit
Tambahan: Khusus untuk Kyokushin, pelindung yang dipakai hanyalah pelindugn selangkangan untuk kontestan putra. Sedangkan pelindung yang lain tidak diperkenankan.

Luas lapangan


Luas lapangan
  • Lantai seluas 8 x 8 meter, beralas papan atau matras di atas panggung dengan ketinggian 1 meter dan ditambah daerah pengaman berukuran 2 meter pada tiap sisi.
  • Arena pertandingan harus rata dan terhindar dari kemungkinan menimbulkan bahaya.
Pada Kumite Shiai yang biasa digunakan oleh FORKI yang mengacu peraturan dari WKF, idealnya adalah menggunakan matras dengan lebar 10 x 10 meter. Matras tersebut dibagi kedalam tiga warna yaitu putih, merah dan biru. Matras yang paling luar adalah batas jogai dimana karate-ka yang sedang bertanding tidak boleh menyentuh batas tersebut atau akan dikenakan pelanggaran. Batas yang kedua lebih dalam dari batas jogai adalah batas peringatan, sehingga karate-ka yang sedang bertanding dapat memprediksi ruang arena dia bertanding. Sisa ruang lingkup matras yang paling dalam dan paling banyak dengan warna putih adalah arena bertanding efektif.

Kelas pertandingan

KELAS PERTANDINGAN

A. Usia Dini (usia 8 – 9 th, Maksimal Kelahiran 1Agustus 2001)
__1. Kata Perorangan Pa/Pi
__2. Kumite Perorangan Putra
____• Kelas – 25 Kg
____• Kelas – 30 Kg
____• Kelas + 30 Kg
__
3. Kumite Perorangan Putri
____• Kelas – 25 Kg
____• Kelas + 25 Kg
B. Pra Pemula (usia 10 – 11 th, Maksimal Kelahiran 1 Agustus 1999)
__1. Kata Perorangan Pa/Pi
__2. Kumite Perorangan Putra
____• Kelas – 30 Kg
____• Kelas – 35 Kg
____• Kelas + 35 Kg
__3. Kumite Perorangan Putri
____• Kelas – 30 Kg
____• Kelas – 35 Kg
____• Kelas + 35 Kg
C. Pemula (usia 12 – 13 th, Maksimal Kelahiran 1 Agustus 1997)
__1. Kata Perorangan Pa/Pi
__2. Kumite Perorangan Putra
____• Kelas – 40 Kg
____• Kelas – 45 Kg
____• Kelas + 45 Kg
__3. Kumite Perorangan Putri
____• Kelas – 35 Kg
____• Kelas – 40 Kg
____• Kelas + 40 Kg
D. Kadet (usia 14 – 15 th, Maksimal Kelahiran 1 Agustus 1995)
__1. Kata Perorangan Pa/Pi
__2. Kumite Perorangan Putra
____• Kelas – 52 Kg
____• Kelas – 57 Kg
____• Kelas – 63 Kg
____• Kelas – 70 Kg
____• Kelas + 70 Kg
__3. Kumite Perorangan Putri
____• Kelas – 47 Kg
____• Kelas – 54 Kg
____• Kelas + 54 Kg
E. Junior (usia 16 – 17 th, Maksimal Kelahiran 1 Agustrus 1993)
__1. Kata Perorangan Pa/Pi
__2. Kata Beregu Pa/Pi Kadet & Junior (Usia 14 – 17 tahun)
__3. Kumite Perorangan Putra
____• Kelas – 55 Kg
____• Kelas – 61 Kg
____• Kelas – 68 Kg
____• Kelas – 76 Kg
____• Kelas + 76 Kg
__4. Kumite Perorangan Putri
____• Kelas – 48 Kg
____• Kelas – 53 Kg
____• Kelas – 59 Kg
____• Kelas + 59 Kg
F. Under 21 (usia 18 – 20 th, Maksimal Kelahiran 1 Agustus 1990)
__1. Kata Perorangan Pa/Pi
__2. Kumite Perorangan Putra
____• Kelas – 68 Kg
____• Kelas – 78 Kg
____• Kelas + 78 Kg
__3. Kumite Perorangan Putri
____• Kelas – 53 Kg
____• Kelas – 60 Kg
____• Kelas + 60 Kg
G. Senior > 20 th
__1. Kata Perorangan Pa/Pi
__2. Kata Beregu Pa/Pi Under 21 & Senior (Usia 18 – > 20 tahun)
__3. Kumite Perorangan Putra
____• Kelas – 55 Kg
____• Kelas – 61 Kg
____• Kelas – 67 Kg
____• Kelas – 75 Kg
____• Kelas – 84 Kg
____• Kelas + 84 Kg
__4. Kumite Perorangan Putri
____• Kelas – 50 Kg
____• Kelas – 55 Kg
____• Kelas – 61 Kg
____• Kelas – 68 Kg
____• Kelas + 68 kg

Jumat, 01 Maret 2013

7. Strengthening of Muscular Power (= Memperkuat Kekuatan Otot)

Pemahaman (pengetahuan) terhadap teori dan prinsip-prinsip dasar karate, tanpa otot-otot yang kuat, terlatih baik dan elastis (lentur) untuk melakukan suatu teknik adalah hal yang sia-sia. Memperkuat otot-otot memerlukan pelatihan rutin.

Pengetahuan teori dan prinsip tanpa kekuatan, latihan yang benar, kelenturan otot untuk melakukan suatu teknik adalah sia-sia (tidak efektif). Adalah sangat penting untuk mengetahui otot yang digunakan untuk melakukan suatu teknik, melatih otot secara khusus (otot yang spesifik), sangat efektif untuk memperbaiki teknik. Dan sebaliknya, semakin sedikit otot-otot yang tak perlu yang digunakan, semakin sedikit hilangnya energi. Otot yang bekerja secara penuh dan harmonis akan menghasilkan teknik-teknik efektif dan kuat.

(Irama dan waktu) Didalam setiap cabang olahraga, kemampuan puncak dari seorang atlit adalah sangat berirama. Hal ini juga berlaku di karate. Irama dan waktu suatu teknik seperti ritme (beat) didalam musik. Tiga faktor pokok adalah pengunaan tenaga yang benar, kelancaran (kecepatan) gerak atau perlambatan gerak ketika melaksanakan teknik serta melenturkan dan mengkontraksikan (mengeraskan) otot.

Kemampuan puncak dari seorang atlit bukanlah hanya bertenaga tetapi juga sangat berirama dan indah. Mengetahui suatu perasaan (pengertian dari irama dan pemilihan waktu adalah satu cara yang sempurna untuk mendapat kemajuan di dalam seni karate.

6. Concentration and Relaxation of Power (= Konsentrasi & Rileksasi Tenaga )

Tenaga maksimum adalah konsentrasi kekuatan semua bagian-bagian dari tubuh di target. Tidak hanya mengeraskan lengan dan kaki-kaki. Dengan kata lain penting adalah mengurangi pengunaan tenaga yang tidak perlu ketika melaksanakan suatu teknik, akan menghasilkan tenaga yang maksimal ketika diperlukan. Pada dasarnya, kekuatan tenaga dimulai pada saat kosong (nol), dan pada puncaknya (akhir suatu teknik) menjadi seratus persen (ketika berbenturan dengan sasaran), dan secepatnya kembali kosong (nol).

Merilekskan tenaga tenaga bukan berarti
mengurangi kewaspadaan. Selalu waspada dan bersiap untuk gerakan berikutnya.


5. Power and Speed ( = Kekuatan dan Kecepatan )

Kekuatan dihimpun dari kecepatan. Kekuatan berotot saja tidak akan memungkinkan seseorang untuk ahli seni beladiri, atau didalam setiap olahraga sebetulnya. Kekuatan kime (pemfokusan/pemusatan tenaga) pada setiap teknik dasar karate berasal dari konsentrasi kekuatan yang maksimum pada saat waktu benturan (akhir suatu teknik), sangat tergantung dari kecepatan dari pukulan atau tendangan. Kecepatan dan kekuatan pukulan dari seorang karateka yang terlatih baik bisa mencapai tiga belas meter per detik dan menghasilkan kekuatan (tenaga setara dengan tujuh ratus kilogram).

Meskipun kecepatan adalah penting, ia tidak bisa efektif tanpa kendali. Kecepatan dan kekuatan dihasilkan dari pemanfaatan kekuatan dan reaksi. Untuk tujuan ini, satu pengetahuan (pemahaman) dinamika gerak dan penerapannya adalah sangat penting

4. Kiai (= Peledakan Energi / Puncak Semangat)

Kiai itu adalah teriakan akhir suatu teknik yang berbarengan dengan pembuangan nafas sehingga pelaksanaan kime yang akan memaksimalkan kuasa gerakan. Kiai juga mempunyai pengaruh yang akan mengejutkan lawan dan membuat mereka tidak bisa membalas.

Konsep dari KI adalah di puncak dari semua seni beladiri dan filsafat (Jepang). KI adalah
roh dan energi beserta pertemuan nafas AI pada [suatu] saat dampak. Melakukan kiai adalah sangat penting. Kiai tidak sekedar suatu sorak atau suara melengking dari kerongkongan. Jika kita menaruh tangan di perut ketika batuk kita akan
merasakan otot-otot perut kita berkontraksi (mengeras). Hal ini sesungguhnya adalah awal dari kiai.
Pertama-tama pahami prinsip-prinsip dan bernafas - Kime seperti dijelaskan diatas - lalu mengabungkannya didalam kiai yang dilakukan.

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube